IPTEK AND HEALTH

EFEK RUMAH KACA

Masalah lingkungan sangat di perhatikan di dunia oleh negara negara yang tergabung dalam organisasi perubahan iklim dunia PBB yang kemarin mengadakan konvensi di Paris, France

Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada tahun 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. (sumber: wikipedia.com)

➤ PENYEBAB
     Efek rumah kaca di timbulkan karena meningkatnya kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfer bumi, akibat berbagai aktivitas manusia yang berhubungan dengan pembakaran, seperti penggunaan bahan bakar minyak bumi, batubara,dan bahan organik yang lainya dan melebihi kemapuan tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Energi yang masuk ke bumi:
  1. 25% di pantulkan awan 
  2. 25% di serap awan di atmosfer bumi
  3. 45% di serap bumi
  4. 10% di pantulkan kembali oleh bumi
Energi yang di pantulkan bumi berbentuk sinar inframerah namun, radiasi tersebut terhalang oleh gas karbon dioksida dan gas lainnya seperti gas CFC (Kloroflourocarbon)

➤ AKIBAT
    Akibat dari efek rumah kaca adalah meningkatnya permukanan air laut yang tentunya membahayakan bagi negara maritim seperti indonesia


mencairnya es di kutub juga akan berdampak fatal karena akan menybabkan rob dan menghangatnya permukaan air laut, akibat dari hal tersebut banyak satwa yang hidup di kutub akan mati

➤ PENAGANAN
     Penangan masalah efek rumah kaca tidak bisa dilakukan oleh satu negara melainkan dengan semua kesadaran negara di dunia, berikut contoh penanggulagannya
  1. Mengurangi pemakaian minyak bumi dan batubara dengan cara merubah tata kelola pembangkit listrik maupun kendaraan dengan teknologi konvensional dengan teknologi baru dan ramah lingkungan
  2. Melakukan reboisasi hutan di pegugunungan dan kawasan mangrove
  3. Membuat taman hijau dan hutan lindung
  4. Menata kota dengan konsep wawasan lingkungan
  5. Mengistriahatkan kendaraan, minimal 1 hari dalam seminggu. hal ini akan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak
  6. Konsep rumah mandiri dengan listrik tenaga surya 
  7. Tidak membakar hutan dan sampah sembarang
 Berikut adalah 5 point dalam konverensi perubahan iklim di Paris tahun 2015 :
  1. Perlu dilakukan upaya mitigasi dengan mengurangi emisi karbon dengan cepat, untuk menjaga ambang batas kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat celcius (2C) dan berupaya menekan hingga 1,5 C.
  2.  Sistem penghitungan karbon dan pengurangan emisi harus dilakukan secara transparan.
  3.  Upaya adaptasi harus dilakukan dengan memperkuat kemampuan-kemampuan negara-negara di dunia untuk mengatasi dampak perubahan iklim.
  4. Memperkuat upaya pemulihan akibat perubahan iklim, dari kerusakan.
  5. Bantuan, termasuk pendanaan bagi negara-negara untuk membangun ekonomi hijau dan berkelanjutan.
jadi sebagai manusia yang berfikir modern dan berwawasan lingkungan kita harus senantiasa menjaga alam demi kehidupan yang akan datang dan lebih baik

"karena dengan menjaga alam, alam juga akan menjaga kita"

Artikel Terkait, Jangan Lupa Baca

loading...
Share:

No comments:

Post a Comment